HAKIKAT KEMERDEKAAN: MERDEKA NEGARANYA, SEJAHTERA BANGSANYA
HAKIKAT KEMERDEKAAN: MERDEKA NEGARANYA, SEJAHTERA BANGSANYA
Tidak terasa sudah 75 tahun sejak kemerdekaan Indonesia di proklamirkan oleh sang proklamator Soekarno. Begitu pula sang saka merah putih yang berkibar di langit-langit menandakan resmi sudah Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Tentu dengan umur ¾ abad, sudah sewajarnya melihat Indonesia sukses atas kemerdekaan tersebut, baik sebagai negara maupun sebagai bangsa. Tetapi nyatanya kemerdekaan ini masih jauh dari hakikatnya.
Memori kita seharusnya kembali melihat bagaimana perjuangan para pahlawan dengan gagah beraninya berperang melawan pasukan penjajah. Hanya bermodalkan senjata seadanya tapi itu semua tidak tergoyahkan untuk mencapai tujuan yang satu, yakni “Merdeka!”. Begitu pula estafet perjuangan dialihkan yang tadinya beradu senjata hingga berubah haluan menjadi perang pemikiran, perang diplomatis dan sebagainya. Diperkasai oleh anak-anak muda kala itu dengan Sumpah Pemuda membuat cita-cita “Merdeka” menjadi cita-cita kesatuan di seluruh Nusantara untuk bisa mendirikan sebuah negara bernama Indonesia. Hingga akhirnya dipelopori oleh tokoh pergerakan nasional yaitu Soekarno dkk. Apa yang di cita-cita kan sejak lama baik rakyat, pejuang, pahalawan, serta tokoh pergerakan membuahkan hasil kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Perjuangan para pahlawan dan tokoh pergerakan nasional serta rakyat kala itu siap mengorbankan apapun, termasuk bila nyawa taruhannya. Pengorbanan yang demikian dilakukan semata-mata demi hilangnya penderitaan, penindasan, kemelaratan yang terjadi akibat penjajahan tersebut. harapan dan cita-cita para pejuang dahulu termaktub sangat jelas didalam pembukaan UUD 1945 yaitu diantaranya negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Kemudian terdapat juga amanat perjuangan yang diamanahkan kepada pemerintah Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta keadilan sosial. Itu semua merupakan tanggung jawab yang dipercayakan kepada bangsa Indonesia khususnya kepada pemerintah Indonesia untuk mencapai hal tersebut. Agar apa yang sudah diperjuangankan oleh para pejuang kemerdekaan tidak sia-sia. Karena jerih payah mereka itulah kita saat ini bisa menghirup udara dengan bebas tanpa adanya darah perjuangan yang tertumpah.
Kemudian kita juga harus mengingat pernyataan Presiden Soekarno dalam salah satu pidatonya yang menyampaikan, “Perjuanganku lebih mudah melawan penjajah, namun perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri”. Semakin hari semakin jelas apa yang dimaksud oleh pernyataan Presiden pertama tersebut. Dahulu kita bersatu melawan penjajah karena kita satu nasib yaitu tertindas oleh bangsa lain. Tetapi saat ini dengan kemerdekaan yang sudah raih, masih banyak sekali rakyat yang menjerit meminta keadilan ditegakkan, rakyat menjerit kelaparan, rakyat menjerit akan kesusahan dalam hidupnya, kesenjangan juga terbuka lebar antara kaya dan miskin. Hal itu terjadi bukan karena oleh bangsa asing menjajah lagi, melainkan itu semua dikarenakan kebijakan-kebijakan pemerintah yang kadangkala hanya untuk kepentingan kelompok tertentu dan malahan kebijakannya juga bersahabat dengan kepentingan asing. Sumber Daya Alam yang diekspolarasi habis-habisan tetapi rakyat tetap saja kesusahan, maka menimbulkan pertanyaan kemanakah hasil eksplorasi SDA tersebut. Belum lagi kita membahas para tikus negara yang menggrogoti uang rakyat dan seakan tidak ada habisnya untuk dibasmi. Ya, demikianlah kalau kita membicarakan masalah negeri ini tidak akan ada habisnya.
Persoalan diatas jauh sekali dari hakikat kemerdekaan yang sebenarnya. Maka sudah seharusnya dalam momen perayaan kemerdekaan ini, kita bisa meneladani sikap pendiri organisasi Muhammadiyah yaitu KH. Ahmad Dahlan. Beliau memang belum merasakan kemerdekaan semasa hidupnya. Akan tetapi beliau sangat paham sekali arti kemerdekaan sesungguhnya. Tidak lewat ucapan melainkan dengan tindakan nyata. Saat di masanya banyak masyarakat nusantara mengalami keterbelakangan pendidikan serta kemiskinan. Sehingga kala itu banyak sekali masayakat nusantara mengalami penindasan. Oleh sebabnya KH. Ahmad Dahlan membuat sebuah pergerakan yang tidak hanya membahas persoalan Islam melainkan permasalahan pendidikan dan kemiskinan juga merupakan fokus KH. Ahmad dahlan beserta organisasi yang didirikannya itu. Karena KH. Ahmad Dahlan tahu bahwa untuk mencapai kemerdekaan itu diharuskannya mempunyai masyarakat yang cerdas. Dan untuk mencapai kemandirian dalam sebuah kemerdekaan itu haruslah sejahtera rakyatnya. Tidak mengherankan melihat Muhammadiyah saat ini masih fokus dalam bidang pendidikan dan sosial karena sejatinya kemerdekaan yang hakiki masih belum terwujud di dalam negeri yang kita cintai ini.
Itulah sebuah hakikat kemerdekaan bagi penulis dan mungkin bagi kebanyakan orang. Yaitu Indonesia yang merdeka, sejahtera pula rakyatnya. Sehingga perjuangan yang sudah dilakukan oleh para pahlawan dan tokoh pergerakan kala itu bisa terbayar tuntas. Karena sejatinya mereka hanya ingin melihat negeri yang telah diperjuangkannya itu memperoleh hasil, yakni menjadi negera adil dan makmur serta masyarakatnya cerdas sehingga Indonesia senantiasa sejahtera.

Komentar
Posting Komentar