Judul Memang Selalu Menarik
JUDUL
MEMANG SELALU MENARIK
Portal
berita dunia maya diguncangkan oleh berita yang sangat mencengangkan. Apalagi
berita ini sangat pas sekali dengan headline
berita di Indonesia baik melalui media massa atau via konvensional seperti
surat kabar, berita televisi dan lain lain. Berita yang berkaitan dengan tenaga
medis tetapi penuh dengan kontroversi. Yaitu berita yang dimuat di website Wartakota Live, yang berjudul “Aliansi
BEM Jakarta Bersuara Nilai Fasilitas Hotel Bintang Lima untuk Tenaga Medis
Berlebihan”. Bila kita melihat judulnya tentu hal ini sangat mencengangkan
warganet maupun khalayak ramai. Bagaimana tidak, menginta situasi sekarang yang
sedang terjadi pandemic COVID 19 ini
tentunya seleruh lapisan maupun elemen Negara sedang bahu membahu untuk bisa
memutus mata rantai virus Corona ini dan terlebih para ahli medis dan tenaga
medis yang berjibaku untuk melayani masyarakat yang terdampak dengan mengorbankan
keluarganya bahkan sekalipun nyawa turut dikorbankan. Maka tidak heran dengan
berita tersebut tentunya mencederai para tenaga medis dan umumnya masyarakat
Indonesia yang saat ini tentu memiliki rasa empati tinggi.
Secara
judul memang kontroversial dan banyak hujatan netizen di medos mengenai
pihak-pihak yang terlibat dan tentunya kampus penulis juga kena dampak dari
berita tersebut, dikarenakan presma kampus penulis juga terlibat didalamnya.
Tetapi tidaklah sempurna bila melihat secara judul saja untuk menghakimi
perbuatan tersebut. Telusuri narasi-narasi dalam berita tersbut, pahami dengan
seksama dan lihat secara utuh apa yang ingin disampaikan dalam berita tersebut.
Barulah demikian bagi penulis kita bisa menyimpulkan apa maksud dalam berita
tersebut. Apakah ada korelasi antara judul dengan isi berita tersebut.
Tetapi
memang bagi penulis melihat kejadian viral tersebut di media sosial dua minggu lalu
bukanlah hal yang tidak wajar. Karena memang secara jujur bila kita hanya
melihat judulnya saja maka secara otomatis kita juga akan menghujat pelaku
dalam berita tersebut. Hal ini dikarenakan hati nurani dan rasa empati
masyarakat Jakarta sedang tinggi-tingginya mengingat pengorbanan yang begitu
besar telah dilakukan oleh ahli medis dan tenaga medis untuk menyelamatkan
warga yang terdampak maupun terindikasi terkena virus corona.
Penulis
hanya ingin mengingatkan kepada pihak yang terlibat untuk hati-hati terhadap penyampaian aspirasi
di ruang publik, karena bagaimanapun media-media tentunya akan tetap
berorientasi terhadap rating karena memang profit atau keuntungan media adalah
di ranah tersebut. Dan kepada warganet atau orang yang sedang berada dalam dunia maya,
perlunya sikap tabayyun kalau dalam ajaran Islam diajarkan atau istilah
mengecek kebanaran kembali berita tersebut secara utuh agar kita paham maksud
dari judul dan isi dalam berita tersebut. Karena kadangkala media akan membuat
judul yang menarik warganet agar mereka tertarik membaca berita tersebut.
sekian dan terima kasih
Komentar
Posting Komentar