PESTA DAGING
PESTA DAGING
Oleh Ihsan Helmi Jauhari
#EpsIdulAdha
Perayaan Idul Adha dirasakan oleh seluruh kaum Muslim di dunia termasuk di Indonesia, merupakan salah satu kebahagian bagi yang merayakannya maupun juga dengan disekelilingnya. Tidak lain karena di dalam Idul Adha Umat Muslim disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban, baik itu kambing, domba, sapi maupun unta. Dan yang paling membahagiakan adalah daging kurban tersebut dibagikan ke masyarakat, baik miskin maupun kaya juga bisa merasakannya. Tentu kita bisa menyebut euforia ini dengan istilah “Pesta Daging”. Dikarenkan khusus untuk hari-hari Idul Adha maka semua jenis masakan dalam keluarga kebanyakan pasti menu utamanya adalah daging.
Tetapi dibalik euforia ini sebenarnya masih diselimuti oleh pengharapan yang besar bagi sebagian masyarakat bawah tentunya untuk bisa mendapatkan daging kurban. Walau hanya mendapatkan segenggam tangan pun mereka akan merasakan bahagia sekali karena harapannya terpenuhi. Bahkan mereka siap untuk mengantri berjam-jam, mereka juga siap untuk saling berdesak-desakan dengan yang lainnya, mereka tentu siap sekali dengan panasnya cuaca pada hari itu. Mereka siap agar hanya untuk memastikan bahwa saat mereka kembali ke rumah, mereka berhasil menggenggam daging kurban tersebut. Kadang kita jadi berpikir, betapa sulitnya mencari kebahagian tersebut.
Itulah realitas yang ada saat ini. Foto tersebut hanyalah sekecil contoh bentuk fenomena-fenomena yang serupa hampir terjadi di seluruh nusantara ini. Karena bila kita hanya bicara angka statistik saja tentu akan berbeda dengan realitas yang ada. Contoh nyatanya adalah foto diatas, yang mana mereka adalah orang-orang yang mungkin memang jarang makan dengan menu daging dan Idul Adha adalah menjadi sebuah momentum mereka untuk bisa mendapatkan daging gratis. Fakta yang menjadi contoh bahwa masyarakat Indonesia secara umum masih membutuhkan uluran tangan bantuan dari Pemerintah maupun para dermawan-dermawan yang ada.
Dibalik kemeriahan “Pesta Daging” ternyata masih banyak harapan-harapan dari masyarakat Indonesia untuk bisa merasakan kenikmatan daging kurban tersebut. Dan sebenarnya mereka juga tidak terlalu berharap bisa mendapatkan banyak daging, karena asal saat pulang ke rumah mereka mendapatkan daging walau segenggam tangan, mereka sudah sangat bersyukur. Dan tentu mereka akan merasakan kebahagiaan melebihi kebahagiaan kita yang sedang bernyate ria dengan daging kurban tersebut.

Komentar
Posting Komentar