Bangsa Arab Terpilih sebagai Penyempurna Islam

BANGSA ARAB TERPILIH SEBAGAI PENYEMPURNA ISLAM

       Bangsa Arab terpilih secara langsung oleh Allah SWT dalam menyebarkan ajaran Islam dimuka bumi dan sekaligus sebagai penyempurna Islam yang diwakilkan melalui makhluk yang paling mulia yaitu baginda Nabi Muhammad Saw. Beliau juga didampingi oleh para sahabatnya yang superior dalam menemani dakwahnya baik suka maupun duka. Bahkan pengorbanannya lebih besar dibandingkan terhadap diri sendiri, istri, keluarga maupun kabilahnya.
        Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad merupakan dari bangsa Arab, yang jika dilihat dari sejarah maupun silsilah diutusnya Rasul maka kita melihat kebanyakan atau mayoritas berasal dari bangsa Yahudi dan juga bangsa Nasrani. Tetapi untuk Nabi terakhir Allah menakdirkan diutusnya Nabi penyempurna ajaran Islam ini adalah dari bangsa Arab. Hal ini menyebabkan kaum Yahudi dan Nasrani menjadi sombong dan mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Padahal sejatinya mereka sudah mengetahui didalam kitabnya disebutkan bahwa nabi terakhir adalah Nabi Muhammad Saw. Tetapi karena kesombongan dan keirian mereka dan bahkan lebih parahnya kedengkian mereka maka mereka mngingkari hal tersebut. Oleh karenanya dalam Qs. Al Baqoroh ayat 120 yang artinya:
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah,’Sesungguhnya petunjuk Allah (itulah petunjuk yang sebenar)’. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak aka nada bagimu pelindung dan penolong dari Allah
       Hal ini disebutkan bahwa orang-orang dari kalangan Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepada Nabi Muhammad dan ajarannya sebelum beliau dan tentunya ummatnya mengikuti ajaran Agama mereka.
Kemudian ayat lain disebutkan dalam Qs. Al Baqoroh ayat 124 yang artinya:
“Dan ingatlah, ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakan nya dengan sempurna. Dia Allah berfirman, ’Sesungguhnya aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia’. Dia Ibrahim berkata, ‘Dan juga dari anak cucuku?. Allah berfirman,’Benar, tetapi janjiku tidak berlaku bagi orang-orang zalim’.”
        Bahwa Allah telah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin bagi seluruh manusia. Maka tidak heran Nabi Ibrahim As dikatakan sebagai bapaknya para Nabi karena memang para nabi setelah nya merupakan garis keturunan Nabi Ibrahim As. Termasuk agama-agama samawi seperti Yahudi berasal dari ajaran keturunannya kemudian Nasrani juga demikian dan Islam pun di wakilkan oleh Nabi Muhammad yang mana merupakan keturunannya dari Nabi Ismail As, yang merupakan anak dari Nabi Ibrahim As.
       Seperti yang dijelaskan diatas bahwa kenabian maupun kerasulan banyaknya merupakan dari para keturunan Nabi Ibrahim As. Dan dari garis keturunan Nabi Ishak yang mana merupakan anak kedua dari Nabi Ibrahim As banyak terlahir dari keturunannya para rasul. Bahkan Nabi Yakub As, Nabi Musa As dan Nabi Isa As merupakan keturunan dari Nabi Ishak As. Sedangkan Nabi Ismail yang merupakan putra pertama dari Nabi Ibrahim As, yang ditinggalkannya atas perintah Allah di Mekkah (jazirah Arab) atau nanti akan dikenal dengan Bangsa Arab, melahirkan keturunan Nabi  Muhammad Saw. Dan bahkan sekaligus sebagai Nabi penutup dan mengajarkan penyempuran ajaran Islam kepada seluruh Manusia.
        Diutus rasul penyempurna dan penutup dikalangan bangsa Arab tentu ini merupakan takdir terbaik dari Allah SWT dan juga hanyalah Allah lah yang lebih mengetahuinya dibanding makhluknya. Terlebih Rasulullah yang lahir dan dibesarkan di Mekkah merupakan terdapatnya tempat spiritual yang dibangun atau ditinggikan oleh Nabi Ibrahim As dan Nabil Ismail As. Tempat yang sangat suci bagi pemeluk agama Ibrahim yang mana kebanyakan dari kalangan bangsa Arab. Tetapi dikarenakan adanya Paganisme (menyembah berhala) maka terdapat penyelewangan-penyelewengan tehadap ajaran tersebut. Oleh karenanya sering disebut oleh kaum Jahilliyah (kaum bodoh) karena kemusyrikannya maupun sikap perilakunya. Selain itu Ka’bah menurut pakar sejarah Islam yang pertama kali membuat bangunan ka’bah ini adalah nenek moyang Manusia yang tidak lain tidak bukan Nabi Adam As. Hal ini semakin membuktikan dan semakin meyakini bahwa Mekkah yang dihuni oleh bangsa Arab merupakan tempat peradaban Islam. Nabi pertama, bapaknya para Nabi dan Nabi terakhir merawat bangunan Ka,bah ini yang mana menurut Dr. Zakir Naik, ka’bah merupakan sebagai simbol persatuan Ummat Muslim.
        Lalu secara letak geografis jazirah Arab bila dilihat dari peta dunia maka letaknya berada di tengah-tengah atau sebagai pusat dunia. Dan juga Ka’bah bila dilihat dari globe dunia maka juga berada ditengah koordinat antara kutub selatan dan kutub utara. Maka bisa dikatakan tempat yang sangat strategis untuk menyebarkan ajaran Islam yang kaffah. Kemudian dikarenakan wilayah ini hampir keseluruhannya gurun pasir maka wilayah ini juga sangat sulit ditaklukan oleh bangsa lain. Sehingga pengaruh dari luar pun sangat kecil sekali diwilayah jazirah Arab saat itu. Maka dari itu secara keagamaan sebelum Rasulullah menyampaikan risalahnya, mereka tidak mempunyai agama yang menonjol seperti Nasrani ataupun Yahudi. Walaupun di Madinah ada dari kalangan Yahudi tapi itu hanyalah minoritas saja disbanding yang lain. Kebanyakan dari bangsa Arab mengikuti agama Paganisme yang berbeda-beda antar wilayah dan kabilah. Dan juga mereka masih adanaya pemahaman ajaran yang diajarkan oleh Ibrahim As. Hal ini terbukti dengan masih dilestarikannya Ka’bah dan juga ajaran Nabi Ibrahim untuk berhaji ke Ka’bah, walaupun terdapat penyimpangan dengan paganismenya. Saking sakralnya Ka’bah pada masa sebelum risalah Rasulullah ada, saat itu otoritas penjaga Ka’bah diperebutkan oleh kabilah-kabilah disekitar Ka’bah. Hingga kabilah muthallib lah yang berhasil menjadi otoritas resmi yang mana itu merupakan kabilahnya Nabi Muhammad Saw.
         Selain karena letak geografis yang strategis, terpilihnya bangsa Arab juga dikarenakan sikap fanatisme yang tinggi terhadap kesukuan. Hal ini dicontohkan oleh kabilah Nabi Muhammad melalui pamannya Abu Thalib walaupun masih memegang kepercayaan nenek moyangnya tapi tetap membela Nabi Muhammad dalam menyiarkan ajaran Islam yang murni di Mekah walaupun berbagai cobaan diterima beliau. Tapi karena ada jaminan dari kabilahnya dan terutama pamannya yang mana saat itu merupakan salah satu tokoh yang dihormati di kalangan kaum Quraisy. Terlebih juga bangsa Arab memiliki harga diri yang tinggi sehingga apabila telah bersumpah, kesetiaan dan ketaatannya terjamin. Terbukti para sahabat rasul bahkan merelakan harta , keluarga dan jiwa untuk mendampingi beliau dalam menyampaikan dakwah Islamnya.
        Nabi Muhammad Saw terpilih menjadi Nabi terakhir dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh manusia karena dialah Manusia terbaik. Secara keturunan maupun pribadi akhlaknya. Bahkan untuk sikap pribadi mulia ini diakui sendiri juga dari kalangan kafir Quraisy. Nabi Muhammad mendapatkan julukan Al Amin (dapat dipercaya) juga sebelum Muhammad mendapatkan petunjuk Nubuwwah. Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah memilih Ismail sebagai putra Ibrahim. Memilih Kinanah sebagai keturunan Ismail, memilih Quraisy dari Kinanah, memilih bani Hasyim sebagai keturunan Quarisy dan  memilihku dari kalangan bani Hasyim”.
Kemudian diriwayatkan dari Abbas bin Abdul Muthallib, dia berkata: Rasulullah Saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk maka ia menjadikanku sebagai sebaik-sebaik orang diantara kelompok mereka. Kemudian Allah memilih kabilah-kabilah, dan menjadikanku sebagai kabilah yang terbaik, kemudian Allah memilih beberapa keluarga, dan menjadikanku sebagai keluarga yang terbaik. Maka aku sebaik-baiknya diri dan sebaik-baiknya keluarga diantara mereka (HR. Tirmidzi)
       Maka tidak heran kalau Nabi Muhammad Saw memiliki kepribadian yang luar biasa baik diakuin oleh pengikutnya maupun kalangan musuhnya. Karena memang berasal dari keturunan terbaik. Bahkan Abdullah ayah beliau juga merupakan anak kesayangan Abdul Muthallib. Sudah sewajarnya beliau mendapatkan kemulian ini.
        Dan terakhir bahwa kitab suci Al Qur’an ini tertulis dengan Bahasa Arab. Dan dengan izin Allah al Qur’an bisa dihafal dnegan mudah dan bahkan cepat dihafalnya. Ditambah saat itu bangsa Arab sangat menyukai syair sehingga keindahan sastra pun terhitung juga. Hal ini juga karena Bahasa Arab merupakan Bahasa nenek moyang manusia yaitu Nabi Adam As. Kita disini bisa menggaris bawahi Bahasa Arab adalah Bahasa surga yang diajarkan langsung dari Allah Swt ke Nabi Adam As. Hal ini seperti tertera dalam Qs. Al Baqoroh ayat 31 - 33 yang artinya:
“Dan dia diajarkan kepada Adam nama-nama benda semuanya, kemudian dia perlihatkan, kepada para Malaikat, seraya berfirman, ’Sebutkan kepadaKu nama-nama benda ini, jika kamu yang benar!”
“Mereka menjawab,’Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, engkaulah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
“Dia (Allah) berfirman, ‘Wahai Adam! Beritahukan lah kepada mereka nama-nama itu!’, setelah dia menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman:’Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dana pa yang kamu sembunyikan?”
        Seperti itulah bahwa Allah telah mengajarkan kepada Nabi Adam As nama-nama benda dan Nabi Adam berhasil menyebutkannya. Dan Bahasa itu adalah Bahasa Arab.
Demikianlah yang menyebabkan bangsa Arab terpilih untuk menjadi risalah Islam yang murni dan agama yang diridhoi oleh Allah melalui perantara makhluk yang mulia ini yakni Nabi Muhammad Saw. Dan semoga dengan adanya tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya sehingga tidak meragukan lagi bahwa bangsa Arab adalah terdapat keistimewaan sebagai jalur penyampian Islam. Walaupun secara personal kita semua Manusia adalah sama dan yang membedakan kita adalah ketakwaan kita terhadap Allah Swt.
Terima kasih banyak dan Sampai Jumpa
#InspirasiHEl  
  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Judul Memang Selalu Menarik

AKHLAK DALAM ILMU

PESTA DAGING